You Are Here: Home » Artikel Militer » Militeria » Operatie Hannibal – Peloponnese 1941

Operatie Hannibal – Peloponnese 1941

Corinth Canal masa kini

Corinth Canal masa kini

Operatie Hannibal adalah salah satu operasi militer yang dilakukan Fallschirmjäger (Pasukan terjun payung Jerman) di Perang Dunia II. Berbagai operasi militer yang dilakukan Jerman pada awal Perang Dunia II untuk membantu Italia memperlihatkan hasil yang gilang gemilang. Buktinya pasukan Yunani, Inggris dan Australia dibuat mundur dari dataran utama Yunani ke arah selatan, ke Semenanjung Peloponnese. Namun sang Fuhrer, Hitler belum puas. Hitler menginginkan agar pasukan tersebut terpotong, terkurung dan menyerah. Caranya: dengan merebut jalan serta satu satunya jembatan di Corinth Canal yang menghubungkan dataran utama Yunani dengan semenanjung Peloponnese. Misi ini dinamakan Operatie Hannibal.

Corinth Canal merupakan suatu jurang jalur air yang membelah daratan utama Yunani dengan daerah semenanjung Peloponnese. Medannya sangat sulit dengan perbukitan terjal serta jurang dan batu karang di kanan kiri jalur air. Dan hanya ada satu jembatan yang menghubungkan keduanya.

Operatie Hannibal merupakan satu satunya operasi pasukan lintas udara Jerman yang dilakukan tanpa sepengetahuan Generaloberts Kurt Student sebagai komandan tertinggi seluruh unit Fallschirmjäger. Khusus untuk Operatie Hannibal ini, semua perintah operasi berasal dari Oberkommando der Wehrmacht kepada Generaloberts Alexander Lohr, Komandan Luftlotte IV untuk operasi Luftwaffe di Balkan.

Pendaratan Fallschirmjäger

Pendaratan Fallschirmjäger

Untuk melaksanakan rencana Operasi Hannibal ini, diputuskan menggunakan Fallschirmjäger dari Resimen 2 (FJR 2) yang dipimpin oleh General Wilhelm Sussmann. Saat itu berposisi di Plovdiv untuk berusaha menguasai pulau Lemnos.

Siang hari tanggal 26 April 1941, meluncurlah enam glider ditarik oleh Ju-52 dari sebuah lapangan terbang di daratan utama Yunani menuju ke arah jembatan di Corinth Canal. Penumpangnya adalah 54 prajurit dari Fallschirm-Pionier Kompanie, Regiment 2 dibawah pimpinan Oberleutnant Haffner. Turut serta dalamnya seorang jurnalis militer Jerman, Von der Heide.

Pertahanan di sekitar jembatan dilakukan oleh sebuah kompi pasukan Australia bersama pasukan Yunani. Mereka diperkuat dengan tiga tank dan beberapa meriam penangkis serangan udara Bofors. Walaupun begitu, misi tetap dijalnkan, pasukan tetap di perintahkan terbang.

Dalam 10 menit setelah pendaratan, Fallschirmjäger berhasil melumpuhkan pertahanan dan menjinakkan beberapa bahan peledak yang terpasang pada rangkla jembatan. Saat beberapa Fallschirm-Pionier sedang berusaha menjinakkan bahan peledak di atas jembatan, pasukan pertahanan sekutu melancarkan serangan balik dari sisi jembatan yang satu. Tembak menembak pun terjadi, sehingga sebuah ledakan yang berasal dari bahan peledak yang sedang akan dijinakkan . Insiden ini menewaskan beberapa prajurit Fallschirm-Pionier bahkan sang wartawan juga tewas ditempat.

Artileri Jerman dalam operasi di Yunani

Artileri Jerman dalam operasi di Yunani

Ada beberapa teori mengapa ledakan bisa terjadi. Diantaranya ledakan diperkirakan berasal dari meriam penangkis serangan udara Bofors yang masih aktif. Tembakannya diperkirakan tepat menghantam bahan peledak yang sedang akan dijinakkan. Saksi mata Fallschirmjäger mengatakan melihat dua orang perwira Inggris berlari ke tengah jembatan mendekati bahan peledak sambil menembakkan pistolnya beberapa saat sebelum ledakan terjadi.

Beberapa saat sebelumnya, Fallschirmjager dari batalion I dan II Resimen 2 (FJR2) melakukan penerjunan dari Ju-52 ke sektor Corinth. Batalion I dibawah komando Hauptmann Kroh diterjunkan di utara jembatan, sedangkan Batalion II dibawah komando Major Pietzonka disebelah selatan jembatan.

Walaupun jembatan sempat mengalami kerusakan, pada hari yang sama para Fallschirm-Pionier berhasil memfungsikan jembatan tersebut. Selama operasi yang singkat ini, Resimen 2 Fallschirmjäger berhasil menawan sekitar 12000 serdadu Inggris, Australia dan Yunani yang sedang mengundurkan diri ke arah semenanjung Peloponnese. Dalam Operatie Hannibal, 63 Fallschirmjäger tewas, 16 hilang dan 174 terluka.

About The Author

Number of Entries : 125

Leave a Comment

© 2013 www.militer.co.id. All Rights Reserved.

You might also likeclose
Scroll to top